INKONSISTENSI DALAM BERDALIL KETIKA MENETAPKAN 1 RAMADHAN?
Menag Prof. Nazaruddin Umar menyatakan bahwa dalam penetapan 1 Ramadhan 1447 H, Sidang Itsbat menjadikan ru'yah (pengamatan) sebagai informasi dan hisab (perhitungan astronomis) sebagai konfirmasi. Sementara ormas lain, seperti Muhammadiyah menjadikan hisab sebagai informasi tanpa konfirmasi melalui ru'yah.
Sikap ini didasarkan kepada perintah Nabi Saw "... shumu li ru'yatihi wa afthiru li ru'yatihi... " (Terj. bebas: ...berpuasalah karena telah melihat hilal, dan akhirilah puasa karena telah melihat hilal..."). Hadits ini menjadi pijakan bagi sebagian ulama bahwa ru'yah itu bersifat ta'abbudi (wilayah syar'i), bukan ta'aqquli (wilayah ilmu). Dengan demikian wajib syar'i untuk dilaksanakan.
Jika dibandingkan dengan penetapan waktu untuk ibadah shalat, bagaimana dengan perintah Allah dalam Al-Quran surat 17/Al-Isra' ayat 78 "... aqimish shalata lidulukisy syamsi..."? (Terj. bebas: "... Dirikanlah shalat Zuhur karena mata hari telah tampak (terlihat) condong ke arah Barat...").
Bukankah ayat Al-Quran ini juga memerintahkan ru'yatusy syams (ru'yah terhadap matahari)? Lalu mengapa tentang penetapan waktu-waktu shalat di abad belakangan ini seluruh ulama malah setuju menerapkan hisab, dan mengenyampingkan ru'yah? Bukankah ---kalau konsisten dengan kemestian ru'yah--- perintah ru'yat asy-syams lebih tinggi status dalilnya, atau paling tidak sama dari ru'yat al-hilal?
Pertanyaan penutup, mengapa ru'yah dipaksakan dalam penetapan 1 Ramadhan, 1 Syawal, dst? Padahal konsistensi dan koherensi hasil hisab sudah diakui bersama keabsahannya? Kapan umat ini memiliki ketetapan waktu untuk penanggalan hijriah yang bersifat tahunan?
Atau, ru'yah masih dipertahankan karena menunggu kesiapan intelektual sebagian ulama dalam menerima konsistensi hasil hisab, sebagaimana kasus penetapan waktu-waktu shalat di masa lalu?
Allahu a'lam. Semoga para ulama kita terlindung dari inkonsistensi dalam berdalil (ber-istidlal). Aamiiin.
__________________
Gambar:
Bersama Darwis Sitompul, Pemimpin Radio KISS FM Padangsidimpuan, 17 Februari 2025.
#rinduKHGT


0 comments: